Tiga pasien gizi buruk yang dirawat di RSUD Kabupaten Banggai pulang paksa. Pasien itu adalah anak keluarga Bahrun, warga Desa Rata Pantai, Kecamatan Toili Barat. Belum diketahui pasti penyebabnya, tetapi mereka dikabarkan pulang tanpa sepengetahuan perawat di RSUD itu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr Haryadi, M.Kes kepada Radar Sulteng Rabu (8/8) membenarkan tiga pasien penderita gizik buruk pulang paksa dari rumah sakit. Alasan kepulangan mereka belum diketahui. Yang pasti kata Haryadi, kondisi tiga anak Pak Bahrun sudah ada perubahan, meskipun belum normal. Sebenarnya mereka harus bersedia bertahan di rumah sakit, hingga kondisi ketiga anaknya benar-benar pulih. "Tetapi, inilah kebiasaan warga yang tidak bersedia hidup dalam pengawasan petugas kesehatan. Padahal tujuannya untuk kesehatan mereka sendiri," ungkap Haryadi. Menurut Haryadi, selain menderita gizi buruk ketiga anak Pak Bahruan juga mengidap penyakit paru-paru yang juga membutuhkan perawatan intensif. Haryadi menyatakan, proses penyembuhan penderita gizi buruk yang juga mengidap penyakit paru-paru berlangsung lama. Makanya dibutuhkan kesabaran menunggu kesembuhan pasien penderita penyakit tersebut. Untuk mengobati ketiga anak Pak Bahrun, Haryadi mengaku telah memerintahkan petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Rata, Kecamatan Toili Barat. Dengan harapan, petugas kesehatan di desa itu setiap saat mengawasi dan mengobati ketiga anak tersebut. Dia telah mengintruksikan petugas kesehatan untuk memberikan makanan tambahan dan memberikan obat paru-paru kepada tiga anak tersebut. Itu dimaksudkan agar ketiga anak itu secepatnya pulih dari penyakit gizi buruk dan paru-paru. Label: info kesehatan, luwuk |
Be jangan2 dorank cabut dri RS coz stres mikirin biaya. So tau to medical cost RS. Bayar ini itu tapi medservices ampyuuuuunn.... So sama juga dengan di URAP alias unit rawat inap kintom. Ruben Onsu blg: MAHHHAALL!!