Luwuk adalah ibukota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang berjarak ± 607 km dari Kota Palu yg merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Kota Luwuk mempunyai moto "Luwuk Berair" kota yang "Bersih - Aman - Indah dan Rapi". Sedikit dataran rendah yang terdapat di bibir pantai menjadi sentra kota, pemerintahan dan pemukiman penduduk. Sedangkan tak jauh di belakang kota adalah dataran tinggi / pegunungan yang hijau dan subur. Kondisi geografis ini membuat kota Luwuk tampak unik, memanjang menyusuri pantai. Pemandangan Kota Luwuk sangat indah baik di siang maupun malam hari. Lokasi kota yang menghadap laut, dengan pusat kota tepat di tengah teluk kecil berbentuk bulan sabit serta berlatar pegunungan memadukan keindangan yang eksotik. Di malam hari, kerlap-kerlip lampu-lampu dari bangunan pemukiman yang ada di lereng pegunungan menampilkan pemandangan yang indah dilihat dari pantai. Sebaliknya bila kita lihat dari pemukiman yang berada di lereng pegunungan maka akan mendapatkan pemandangan pantai dan laut yang tak kalah indahnya, terlebih di saat matahari terbit. Fasilitas dan Prasarana yang tersedia saat ini: Fasilitas Bandar Udara Bubung yang dilayani oleh Merpati dengan pesawat Fokker-100 (Lwk-Mks pp), Casa-212 (Lwk-Palu pp dan Lwk-Mdo pp) - Fasilitas Pelabuhan container dan penumpang yang saat ini dilayani oleh pelayaran Mentari (Sby-Lwk), pelayaran Tanto (Sby-Ternate-Gorontalo-Lwk), dan kapal penumpang Pelni
- Fasilitas transportasi darat baik angkutan barang dan penumpang dengan rute Lwk-Palu pp, Lwk-Mks pp dan Lwk-Mdo pp
- Fasilitas komunikasi berupa telepon seluler yang telah dilayani oleh Telkomsel, Indosat dan Telkom Flexy
- Fasilitas Internet oleh Telkomnet Instan
- Fasilitas perbankan yang dilayani oleh Bank Mandiri, BNI, BRI, Danamon, Panin, Bank Sulteng, dan Mandiri Syariah
Referensi Suku asli kota Luwuk yakni suku Balantak, Saluan, dan Banggai (red-sebelum banggai menjadi kabupaten sendiri). mereka dapat berinteraksi dan berbagi dengan suku pendatang seperti Gorontalo, Makassar-bugis(sul-sel), Jawa, Buton-muna-raha(sultra), Mori(poso), Kaili(palu-sekitarnya), Manado dan Tionghoa. Masyarakat asli kota Luwuk hampir hilang identitas diri, sangat memprihatinkan; jangan karena majemuknya masyarakat kota mengakibatkan pergeseran nilai-nilai budaya yang menjadi identitas diri. Oleh karena itu upaya Pemkab dan kerja keras tokoh-tokoh adat serta respon aktif masyarakat harus disinergikan untuk mempertahankan, memajukan Luwuk kota tercinta yang sudah baik ini menjadi lebih baik kedepannya. Luas dan Batas Wilayah Kota Luwuk, yang terletak di pesisir Selat Pelang, merupakan ibukota Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah. Total area dari kota ini adalah 101,43 km2, yang terdiri dari 9 kelurahan. Dari total area ini, luas wilayah yang mendapat pelayanan kebersihan hanya mencapai 20,00 km2 (19,7 %). Batas kota Luwuk adalah sebagai berikut: · Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Po, Kecamatan Luwuk; · Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Peleng; · Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kayu Tanyo, Kecamatan Luwuk; · Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Lontiok, Kecamatan Luwuk Jumlah Penduduk Populasi kota Luwuk berjumlah 54.089 jiwa, dengan kepadatan kurang lebih mencapai 533 jiwa per km2. Dengan populasi seperti tersebut, kota Luwuk dikatagorikan sebagai kota kecil (20.001-100.000 jiwa). Sarana dan Prasarana Ruang Terbuka Hijau * Jumlah taman kota : 6 taman kota * Luas keseluruhan taman kota : 2 Ha * Jumlah hutan kota : 1 hutan kota * Luas keseluruhan hutan kota : 0,5 Ha * Jumlah Jalur Hijau Pengaman (JHP) : 37 JHP * Luas keseluruhan JHP : 18 Ha Jalan yang terdiri dari Arteri/utama, Kolektor/penghubung dan Lokal/lingkungan * Arteri/Utama : 5,54 Km * Kolektor/Penghubung : 32,60 Km * Lokal/Lingkungan : 45,00 Km Label: luwuk |
wah akhirnya ketemu jg info tentang kota luwuk.makasih bnyk deh pokoknya.. :)
cuma saya masih penasaran nih, sebelum berdiri menjadi kabupaten sendiri,dulunya luwuk ikut wilayah kabupaten mana ya?